Iptek dan Lingk. Hidup

Before After Citarum Seperti Ini Kondisi Di Lapangan

(news.detik.com)-KABUPATEN BANDUNG; Gubernur Jabar Ridwan Kamil memposting kondisi terkini Sungai Citarum di Instagram miliknya. Sabtu (8/2/2020), detikcom mengecek langsung. Apa benar sesuai yang diposting?

Dalam postingan terbarunya, Jumat (7/2), Instagram @ridwankamil memposting 9 foto perkembangan rehabilitasi Sungai Citarum dan suasana pertemuan bersama Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

“Rehabilitasi Sungai Citarum 2 tahun yang dilaporkan Satgas Citarum Harum ke Menko Maritim dan Investasi. Sungai Citarum sempat dijuluki sungai terkotor di dunia. Kita harus buktikan bersama kita mampu menjaga lingkungan,” tulis Ridwan Kamil di postingannya.

Orang no. satu di Jabar ini menunjukkan perubahan Sungai Citarum before-after, selama dua tahun terakhir, dari Tahun 2018-2020. “Foto kiri kondisi awal 2018 (before). Foto kanan kondisi awal 2020 (after). Kerja keras tim, Kodam III Siliwangi, Polda Jabar, Kejati Jabar dll, komunitas, mahasiswa KKN dan masyarakat sangat terasa dan terlihat,” sambungnya.

 

“Kondisi hari ini naik 1 tingkat, dari kualitas air dengan status cemar berat (2018), jadi cemar sedang di awal 2020. Tahun-2021 harus bisa cemar ringan, dan jernih (2023),” terang Emil sapaan akrabnya. Emil mengajak masyarakat Jabar tidak membuang sampah ke aliran Sungai Citarum.

“Mari semua jangan ada lagi buang sampah dan limbah ke sungai, selain mencemari air juga menyebabkan banjir. Jika kita sungguh-sungguh maka selalu ada jalan. Kita jaga alam, maka alam akan jaga kita,” tambah di postinganya. detikcom, (8/2/20), mengecek ke sungai di Kab-Bandung. Hasilnya?

 

Masih ada tumpukan sampah salah satunya di Sungai Citepus yang bermuara ke Citarum. Kondisi ini beda dengan foto yang diposting Emil slide ketujuh. Dalam postingannya, sampah di Sungai Citepus bersih. Namun, volume tumpukan sampah di Citepus tidak seperti 2 tahun lalu seperti yang ditampilkan pada postingan Kang Emil.

Tumpukan sampah di Citepus, didominasi sampah rumah tangga, seperti plastik dan bekas bungkus kemasan makanan. Juga sampah organik seperti sayur/buah. Akibatnya, menimbulkan bau tidak sedap. Sampah itu menumpuk di bawah jembatan. Saat ini tinggi muka air (TMA) sungai sedang tinggi, maka sampah tertahan di bawah jembatan.

Dari info yang dihimpun di lokasi, warga menyebut sampah yang menumpuk di bawah jembatan itu asal dari Kota Bandung. Selain di aliran Citepus, sampah juga ditemukan di aliran Sungai Cikeruh yang di Desa Tegalluar, Kec-Bojongsoang. Sama dengan Sungai Citepus, sampah yang mengalir ke sungai ini bermuara ke Sungai Citarum berasal dari Kota Bandung dan Kab-Bandung.

 

Banyak perubahan kondisi Sungai Citarum, setelah prajurit Kodam III melalui Satgas Citarum Harum turun dan merehabilitasi sungai terbesar di Jabar ini. Seperti di hulu Sungai Citarum atau di titik 0 Sungai Citarum di Situ Cisanti, Kec-Kertasari, Kabupaten Bandung. Sebelum prajurit Kodam III Siliwangi terjun, kawasan hulu Sungai Citarum tidak terawat.

 

Pantauan detikcom di titik lainnya, Citarum lama atau yang kini jadi Oxbow Sungai Citarum di Kecamatan Bojongsoang bebas sampah. Sebelum direhabilitasi, sungai ini penuh sampah. (Wisma Putra;  Bahan dari : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4891251/ridwan-kamil-posting-before-after-citarum-seperti-ini-kondisi-di-lapangan)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close