Psikologi

Kisah sedih banyak yang menangis

Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya ke ibunya? “bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
”Nak kan masih Lama?”

Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar. Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan. Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
”Maaf bu, saya tak yakin anak ibu bisa bertahan, Jantungnya terluka dan kecil kemungkinan bertahan.

Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya. Anaknya terbaring lemas dan berkata?” :
”Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
ibunya tak kuasa membendung air matanya, lalu ia menggengam tangan putranya sambil menangis. Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya sudah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya. Dia membuka pelan2 dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
”Nak, ibu senang banget jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. Kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..

Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipkan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya. Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
.
SUBHANALLAH; Sang bunda sejati wafat karena memilih mendonorkan jantung demi menyelamatkan putranya. Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN.. (Suhirto M; dari grup FB-ILP; sumber dari http://www.liputan-media.com/2016/05/kisah-sedih-lebih-dari-3-juta-orang.html)-FR

————

 

Sajian lainnya : Koin penyok
KoinSeorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang penyok”

Meski begitu ia bawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu ke kolektor. Beruntung, koinnya dihargai 30 dirham. Lelaki itu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia beli kayu 30 dirham untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu itu dan beranjak pulang.

Di tengah jalan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dirham untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 200 dirham. Lelaki itu ragu2. Si wanita menaikkan tawarannya jadi 250 dirham. Lelaki itupun setuju. Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dirham.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya, “Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?”
Lelaki itu mengangkat bahunya “Oh, bukan apa2. Hanya koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa. Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini? Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya. Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi “kehilangan” itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke”aku”an. Ke”aku”an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa. Pada waktunya “let it go”, siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia. (Mas Tris BRS; dari grup WA-72; sumber dari http://renungan-harian.com/cerita-inspirasi-dan-motivasi-hanya-sebuah-koin-penyok)-FR

Pada suatu hari ada anak yang berumur 4 tahun bertanya ke ibunya? “bu, kenapa tiap ulang taun gak Pernah ngasih apa2?
ibunya cuma meneteskan air mata belum bisa menjawab, akhirnya berkata :
”Nak kan masih Lama?”

Hari berlalu, dan si anak kini tumbuh semakin besar. Hingga pada suatu hari, saat anak ini umur 6 tahun, dia mengalami kecelakaan. Sang ibu sangat shock dan bergegas pergi ke rumah sakit, setiba di rumah sakit, seorang dokter berkata pada ibunya itu?
”Maaf bu, saya tak yakin anak ibu bisa bertahan, Jantungnya terluka dan kecil kemungkinan bertahan.

Mendengar itu, ibunya langsung menghampiri anaknya. Anaknya terbaring lemas dan berkata?” :
”Apakah dokter tadi memberi tahu ibu kalau aku Akan segera mati?
ibunya tak kuasa membendung air matanya, lalu ia menggengam tangan putranya sambil menangis. Waktupun berlalu dan anaknya yang sekarat Akhirnya sudah sembuh.
.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke 8 Tahun, ketika ia tiba dirumahnya, dia mendapati secarik kertas diatas kasurnya. Dia membuka pelan2 dan membacanya? Dalam surat itu isinya? :
.
”Nak, ibu senang banget jika akhirnya kamu bisa Membaca surat ini. karena dengan itu, ibu memastikan kamu baik saja. Kamu masih ingat gak hari dimana kamu bertanya apa yang ibu berikan pada hari ulang tahun kamu yang ke 8 Tahun, mungkin ketika itu ibu belum bisa menjawabnya..

Pada akhirnya ibu bahagia bisa memberikan kamu hadiah yang tak ternilai. ibu menitipkan jantung ibu padamu. jaga baik2 Nak, selamat ulang tahun penuh keberkahan ya. Anaknya pun menangis baru kemarin2 di tinggal ayahnya sekarang sang ibunda menyusul telah tiada Sedih..
.
SUBHANALLAH; Sang bunda sejati wafat karena memilih mendonorkan jantung demi menyelamatkan putranya. Ya Allah jadikanlah ibu kami menjadi penghuni SyurgaMu, dan haramkanlah wajah kedua orangtua kami dari panasnya api neraka AAMIIN.. (Suhirto M; dari grup FB-ILP; sumber dari http://www.liputan-media.com/2016/05/kisah-sedih-lebih-dari-3-juta-orang.html)-FR

————

 

Sajian lainnya : Koin penyok
Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang penyok”

Meski begitu ia bawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu ke kolektor. Beruntung, koinnya dihargai 30 dirham. Lelaki itu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia beli kayu 30 dirham untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu itu dan beranjak pulang.

Di tengah jalan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dirham untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu dan menawarnya 200 dirham. Lelaki itu ragu2. Si wanita menaikkan tawarannya jadi 250 dirham. Lelaki itupun setuju. Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dirham.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur. Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya, “Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?”
Lelaki itu mengangkat bahunya “Oh, bukan apa2. Hanya koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa. Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini? Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya. Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi “kehilangan” itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke”aku”an. Ke”aku”an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa. Pada waktunya “let it go”, siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia. (Mas Tris BRS; dari grup WA-72; sumber dari http://renungan-harian.com/cerita-inspirasi-dan-motivasi-hanya-sebuah-koin-penyok)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close