Pengalaman Anggota

Kok bisa ya?-Kisah perjuangan kalau tentara kamuflase

// Di bulan Agustus dan memperingati HUT RI, Pak Johar jadi ingat kisah2 perjuangan yang diceritakan oleh kawan seniornya Pak Patriot. Anehnya, dia ini kalau bercerita justru bukan dari sisi yang haru dan heroik, justru dari sisi lain //

Pak Patriot ini jaman kemerdekaan masih muda dan tergabung tentara pelajar (TP) dan ikut berbagai pertempuran, misalnya di Semarang dan peristiwa heroik Surabaya. Beliau bercerita  saat Indonesia merdeka, jangan dibayangkang tentara kita sudah pintar seperti sekarang.

 

Waktu itu kebanyakan masih belum tahu ilmu peperangan. Modal utamanya hanya keberanian, sama sekali tidak takut mati. Maka kalau dibilang kemerdekaan dibayar dengan pengorbanan nyawa yang tak terbilang itu tidak salah.

Di peristiwa Semarang, waktu itu para pemuda Indonesia mau menyerbu ke markas Jepang. Nah, jalan satu2nya ke markas itu waktu itu lengang. Maka para pemuda dengan senjata seadanya, satu senjata untuk 10 orang berlarian menyerbu. Setibanya di tengah jalan, baru mereka tahu itu jebakan dan Jepang segera memberondong mereka.

Pak Patriot juga ikut ke Surabaya. Pada waktu itu, bantuan ke Surabaya datang dari berbagai penjuru. Dari barat lewat jalur utara, lewat Gresik. Jalur selatan lewat Mojokerto, kemudian dari timur lewat jalur Sidoarjo. Tentara pejuang mengalir dari barat dan timur dengan berjalan kaki dan naik kendaraan.

Sepanjang jalan ke Surabaya yang dilewati tentara dan rakyat, para penduduk menyediakan makanan dan minuman di pinggir jalan, sesuai kemampuannya. Ada nasi, ubi rebus, pisang rebus, kelapa, gula Jawa dsb. Untuk air berupa gentong, kuali yang diisi air ada yang mentah ada yang matang. Menurut Pak Patriot, itulah “kemanunggalan tentara dan rakyat” yang sesungguhnya.

Di Surabaya banyak peristiwa terjadi, salah satunya begini : Pada saat itu tentara Inggris selain terdiri dari orang Inggris sendiri, juga tentara Gurkha, yaitu tentara bayaran yang terdiri dari orang Nepal.

Suatu waktu tentara Inggris terdesak dan banyak tentara Gurkha ini masuk ke sungai menyelamatkan diri. Mereka ini men-coreng2 wajahnya. Ketika tentara pejuang Indonesia melihat mukanya yang coreng moreng, dikira meledek tentara pejuang, maka tentara gurkha ini ditembaki dari atas dan tentu mati.

Karena banyak yang belum paham ilmu perang, orang muka di-coreng2 sebagai kamuflase atau penyamaran kok dikira meledek dan ditembaki. KBY. Kok bisa ya ? Bersambung…… (Widharto KS-2017; dari grup FB-ILP)-FR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Lihat Juga
Close
Back to top button
Close
Close