Wisata dan Kuliner

Eksotisme Toraja dari Rambu Tuka dan Kuburan Tebing Kete Kesu(3/3)

(lifestyle.sindonews.com)-Kuburan Tebing Toraja ke’Te Kesu

Mengunjungi Ke’Te Kesu di Toraja Utara kurang lengkap jika tidak menyambangi kuburan batu. Terkesan horor ketika pertama mendengarnya, tapi jika melihatnya sendiri, pasti takjub.

Lokasinya di belakang Ke’Te Kesu Rantepao, kira2 100 meter dari Tongkonan tempat upacara yang saya datangi, kita bisa susuri jalanan yang disiapkan menuju area pemakaman. Saat saya berkunjung, gerimis namun ada sinar matahari menemani turis yang hendak melihat pemakaman

Tidak lama, pandangan mata kita tertuju pada bukit yang menjulang megah. Terdapat anak tangga yang mengantar kita ke atas. Tapi, sebelum menaiki anak tangga, pandangan saya tertuju ke bangunan mirip seperti rumah kayu.

Rumah itu digunakan sebagai pemakaman yang orang Toraja bilang itu Patane. Di depannya terdapat ukiran batu besar menyerupai matahari terbit. Tapi, kita tidak bisa masuk ke Patane, karena kondisinya tertutup. Kita hanya bisa melihatnya dari luar yang megah.

Dikatakan oleh turis lokal orang asli Toraja, Levi, Patane tak boleh sembarangan dibuka. Ada waktu2 khusus Patane boleh dibuka. “Patane hanya dibuka waktu ada jenazah mau dikubur, kemudian harus setelah panen” ucapnya.

Meninggalkan bangunan Patane, saya menaiki anak tangga dengan hati2, karena gerimis membuatnya sedikit licin ditapaki. Baru awal menaiki anak tangga, kita disuguhkan peti2 diletakkan menggantung pada tebing. Beberapa peti bentuknya menyerupai perahu sejumlah tengkorak di atasnya.

Pemandangan yang membuat terpana betapa kentalnya adat dan tradisi leluhur yang dipegang teguh masyarakat Toraja. Terus menaiki anak tangga. kita belum dibuat berhenti melihat pemandangan sekeliling. Puluhan tulang belulang berserakan beserta tengkoraknya di peti yang hancur.

 

Tulang belulang dan tengkorak jadi pemandangan umum saat kita menaiki anak tangga. Hampir di setiap bebatuan tebing terlihat tulang belulang dan tengkorak berserakan dibiarkan begitu saja.

Lanjut menaiki anak tangga, saya berhenti karena terkejut melihat lorong atau goa tertutup teralis besi. Bukan terkejut karena di dalamnya ada patung2/boneka menyerupai manusia. Patung2 menyerupai manusia ini pakai baju. Paling mencolok patung nenek karena dia memakai baju berwarna ungu.

Meninggalkan patung2 menyerupai manusia di dalam goa yang ditutup teralis besi, kita lanjut menaiki anak tangga. Sampai di ujung anak tangga, terdapat goa yang dari luar jika kita melongok ke dalam terlihat gelap.

Di dalam goa, kita bisa lihat seperti makam dengan tengkorak2 dan tulang2. Memandang lurus dari bibir goa, kita bisa lihat peti2 diletakkan menumpuk menggantung di antara dinding goa. Di bawah peti2 menggantung itu seperti terdapat lorong jalan gelap, tapi saya tidak sempat menyusurinya.

Kita dibuat takjub kekayaan adat-istiadat yang dijaga turun-temurun masyarakat Toraja. Pesatnya perkembangan zaman dan teknologi modern, tradisi masyarakat Toraja tik pernah terkubur oleh waktu. (alv; Bahan dari :  MNC Media dan  https://lifestyle.sindonews.com/read/1318378/156/menyusuri-eksotisme-toraja-dari-upacara-rambu-tuka-dan-kuburan-tebing-kete-kesu-1530587396)-FatchurR * Tamat…..

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close