Iptek dan Lingk. Hidup

Uji Vaksin Buatan Moderna Mampu Netralkan Virus Corona

(beritasatu.com)- Uji coba vaksin Covid-19 buatan perusahaan bioteknologi Moderna, AS, menunjukkan hasil awal ositif, di mana partisipan memproduksi antibodi terhadap virus ini.

 

Moderna bermitra dengan Institut Kesehatan Nasional AS (National Institutes of Health/NIH) dalam pengembangan virus itu. Jika penelitian lanjutan lancar, vaksin ini bisa didistribusikan ke masyarakat paling cepat Januari 2021, kata Dr Tal Zaks, kepala bidang medis Moderna.

 

“Ini kabar baik, yang menurut kami sudah ditunggu banyak orang” kata Zaks dikutip stasiun televisi CNN, (18/5/2020). Data ini muncul dari pengujian klinis tahap pertama yang melibatkan jumlah orang lebih sedikit dan fokus pada keamanan penggunaan pada manusia dan kemampuan merespons sistem kekebalan tubuh. Hasilnya belum dipublikasikan ke jurnal medis.

 

Moderna, yang bermarkas di Cambridge, Massachusetts, adalah 1 dari 8 pengembang vaksin virus corona di dunia yang kini telah memasuki tahap uji klinis, menurut data dari WHO. Dua lainnya, Pfizer dan Inovio, juga dari AS, satu dari University of Oxford di Inggris, dan 4 pengembang vaksin Tiongkok.

 

Moderna telah menyuntik belasan partisipan dan mengukur kadar antibodi dari 8 di antaranya. Delapan orang itu mampu mengembangkan antibodi yang bisa menetralkan virus dalam level yang menyamai atau melebihi pasien yang sembuh secara alami dari Covid-19, menurut pernyataan perusahaan itu.

 

Antibodi itu menempel pada virusnya, sehingga mencegah serangan pada jaringan sel manusia. “Kami telah menunjukkan antibodi (respon sistem kekebalan) ini bisa memblokir virus itu” kata Zaks. “Saya kira ini langkah pertama yang penting dalam perjalanan kita untuk memiliki vaksin [Covid-19],” imbuhnya.

 

Pakar vaksin yang tidak terlibat proyek Moderna menyebut hasil ini “hebat”, kalau demikian. “Ini bukan hanya menunjukkan antibodi mampu menempel pada virus, tapi juga mencegahnya menginfeksi sel lebih lanjut,” kata Dr Paul Offit, anggota panel NIH yang merancang kerangka kerja penelitian vaksin di AS.

 

Uji tahap-2

Meski vaksin ini memberi hasil menjanjikan di lab, belum diketahui apakah bakal efektif di dunia nyata. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS sudah memberi izin bagi Moderna untuk melanjutkan ke tahap 2, yang melibatkan ratusan orang. Moderna sudah membuat rencana untuk memulai tahap 3 pada Juli 2020, dengan partisipan hingga puluhan ribu orang.

 

Offit mengatakan sebelum terjadinya pandemik Covid-19, pembuat vaksin harus menguji pada ribuan orang sebelum masuk takap 3. Namun, tidak akan mungkin bagi Moderna untuk mengetes ribuan orang sampai bulan Juli, karena sejauh ini baru belasan partisipan yang dilibatkan.

 

Cukup masuk akal jika Moderna bergegas ke tahap 3 tanpa mengetes ribuan orang karena Covid-19 sudah dan terus membunuh ribuan orang di dunia setiap harinya. “Ini era yang berbeda,” kata Offit.

 

Dalam pengujian-1 Moderna, tiga partisipan bergejala flu ketika disuntikkan satu dosis setara 250 mikrogram. Moderna menetapkan dosis antara 25-100 mikrogram pada tahap 3 nanti. Sejauh ini, subjek penelitian Moderna yang mendapat dosis 25- 100 mikrogram mampu mengembangkan antibodi yang selevel atau melebihi kadar antibodi orang yang terinfeksi alami oleh Covid-19.

 

Namun, belum jelas yang terinfeksi alami bisa menghasilkan kekebalan dan tidak bisa terinfeksi lagi, sama tidak jelasnya apakah imunisasi dengan vaksin ini juga menghasilkan imunitas. “Itu pertanyaan yang bagus, dan jujur saja, kami belum tahu,” kata Zaks.

 

Cara mengetahuinya adalah menyuntikkan vaksin ke sebanyak mungkin orang dan memantau dalam beberapa bulan berikutnya apakah ada dari mereka yang terinfeksi, ujarnya.

 

(Heru Andriyanto; HA; Bahan dari : CNN dan https://www.beritasatu.com/kesehatan/634619-kabar-baik-uji-vaksin-buatan-moderna-mampu-netralkan-virus-corona)-FatchurR *

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.




Enter Captcha Here :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close