RSS Feed     Twitter     Facebook

Pilih istri karena pintar masak atau cantik?

Vote This Post DownVote This Post Up (No Ratings Yet)
Loading...
   View : 34 views    Font size:
Pilih istri karena pintar masak atau cantik?

Seorang Ayah ceritera ke anak perempuannya, kisah istri yang bisa membuat suaminya ter-gila2 padanya; Suatu hari wanita tua diwawancarai seorang presenter pada acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik?
Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab : “Sesungguhnya rahasia kebahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta. Sebab, betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya. Jangan pula Anda katakan karena anak-anak. Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga 10 namun sang suami tak mencintainya, mungkin menceraikan.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak. Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meski begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.” Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap: “Lantas apakah rahasianya?”

Wanita itu : “Saat suamiku marah me-ledak2, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi jangan Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”
“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab: “Jangan Anda lalukan itu!
Sebab, suamimu akan menyangka Anda lari dan tak sudi mendengarkan. Anda harus diam menerima segala yang diucapkan hingga ia tenang. Setelah ia tenang, aku tanya padanya, Apakah selesai? Selanjutnya aku keluar…. sebab, ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya. Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan?
Apakah Anda menghindar darinya dan tidak bicara sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.
Wanita itu menasehati: “Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Islam-kita-indah , Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat menghindar darinya sepekan sedang ia ingin minta maaf ke Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”
“Lalu apa yang Anda lakukan?” tanya sang presenter terus mengejar.
Wanita itu : “Selang 2 jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan, Silakan diminum. Aku tahu ia butuh, maka aku berkata padanya seperti tak terjadi sesuatu.”

“Apakah Anda marah padanya?” ucap presenter dengan muka takjub.
Wanita itu berkata: Tidak. Dan saat itulah suamiku mulai minta maaf padaku dan ia berkata lembut.”
“Dan Anda mempercayainya?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab: “Ya. Pasti.
Sebab, aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.
“Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang?”
“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami”
Dan sejatinya antara suami istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri. Harga diri apa lagi?
“Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda” (Sumber : Ustadz Fairuz Ahmad; http://www.infomoeslim.com/2017/03/kisah-seorang-istri-yang-bisa-membuat.html)-FatchurR

Tulisan Lainnya :

  • Tidak ditemukan tulisan
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*